WAONE DARK S3V3N
Tampilkan postingan dengan label Overclock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Overclock. Tampilkan semua postingan

23 Agustus 2009

Overclock dengan Multiplier

Sebelumnya pernah dibahas tentang bagaimana bentuk hubungan antara FSB dengan memory. Setelah mengetahui hubungan keduanya, barulah kita bisa melakukan overclocking pada prosesor.

Dengan mudahnya 'menarik' Intel core i7 965 dari kecepatan standar 3,2GHz menjadi 4GHz hanya dengan menaikkan kecepatan FSB, itu pun karena dibatasi oleh pendingin prosesor yang masih standart.


Memang sejatinya Intel Core i7 965 sudah memiliki kecepatan yang sangat memadai untuk menjalankan aplikasi terberat sekalipun. Kecepatan yang tinggi tersebut tentunya tidak luput juga dari jumlah Multiplier yang dimilikinya. Apa itu Multiplier?

Muliplier adalah suatu rasio antara clock internal prosesor dengan clock eksternalnya, rasio itupun dapat diubah untuk menentukan kecepatan prosesor. Misalnya, Intel Core i7 965 memiliki Multiplier 24 dengan FSB 133MHz. Ini berarti prosesor tersebut memiliki kecepatan default 24 X 133MHz = 3192 MHz atau sama dengan 3,2 Ghz.

Namun perlu diketahui tidak semua prosesor memiliki Multiplier yang dapat dinaikkan (unlock Multiplier), malah sebagian besar prosesor yang beredar kini hanya dapat diturunkan Multipliernya (Multiplier Lock).

Menaikkan jumlah Multiplier adalah suatu overclocking yang sangat aman untuk dilakukan, karena perubahannya tidak akan berdampak pada melonjaknya kecepatan FSB ataupun memory.

Dengan kombinasi yang tepat antara kecepatan FSB, memory dan jumlah Multiplier, maka para overclocker akan mendapatkan kecepatan prosesor yang optimal.

Lalu apa hanya cukup sampai di situ? tentu tidak.

Jika kombinasi tersebut masih dirasakan kurang, para pengguna masih dapat menaikkan jumlah Voltase. Ada dua jenis Voltase dalam komputer, vCore, adalah sebutan Voltase untuk prosesor dan vDIMM sebutan Voltase untuk memory. Namun, menaikkan jumlah Voltase memiliki risiko yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan menaikkan Multiplier atau pun FSB.

Menaikkan Voltase semata-mata hanya perlu dilakukan jika sistim tidak berjalan dengan baik akibat overclocking yang berlebih.

Kesimpulannya, untuk melakukan overclocking bukanlah perkara sulit, tetapi tetap saja mengandung risiko yang dapat menyebabkan kerusakan pada hardware.

Apalagi, para vendor komputer tidak memberikan garansi untuk kerusakan akibat overclock, benar-benar sebuah mimpi buruk jika itu sampai terjadi.

Hal itu tentunya bisa dicegah jika pengguna tidak melakukan overclock berlebihan, yang artinya komputer tetap stabil, temperatur tidak berlebihan atau kenaikan kecepatan yang tidak terpaut jauh dari kondisi semula.

READ MORE...

Bookmark and Share

Overclocking Komputer

Overclocking Komputer yaitu sebuah proses memaxsimalkan kinerja komponen dari PC/komputer agar kinerjanya melebihi standar produsen/pabrik. Dan komponen yang diOverclock adalah Processor, Motherboard, kartu Grafis dan RAM ( Memory).

Keinginan seseorang memilki komputerlebih cepat tidak lepas dari Hardware pendukung yang ada. Saat ini sudah banyak Memory jenis premium dipasarkan. Pilihan menggunakan memory janis premium memang tidak mudah, selain lebih mahal, memory dengan performa lebih tinggi dibandingkan memory standard memilki keistimewaan tersendiri.


Beberapa bagian yang sering menyebabkan kegagalan karena Overclock :

1. Memory umumnya paling dominan. Ketika overclock terjadi, bagian memory harus mengimbangi kecepatan Processor.
2. Panas yang berlebihan terjadi pada Processor bila menggunakan Heatsink standard.
3. Kekurangan daya pada Processor karena mainboard atau power supply yang tidak memadai.
4. Kemampuan mainboard yang tidak menunjang, atau tidak didesain untuk Overclocking.
5. Kemampuan perangkat hardware lain tidak mampu bekerja pada kecepatan Overclock.

Bagian yang paling penting pada Overclock adalah memory dan power supply.

Beberapa tahun lalu anda pasti pernah mengenal memory jenis SDRAM dengan kecepatan PC100, PC133 dan Pc5400. Saat ini perkembangan kecepatan memory DDR dibagi dengan PC2100, PC2600 dan PC3200. dan jenis DDR2 juga dibagi lagi menjadi PC4300, PC5400 dan selanjutnya. Dan terakhir teknologi dual cannel agar memory memberikan bandwidth lebih besar dengan 2 buah modul memory yang harus dipasang bersama-sama.

Kita ambil contoh Pentium III dengan kecepatan 500Mhz Bus 100 Mhz. Untuk mengoverclock menjadi 667Mhz maka komputer harus dilakukan setup dengan Bus 133Mhz, dan memory dari standard PC66/PC100 harus diganti dengan PC133 dan PC150.

Bila anda menggunakan jenis Pentium 4 1.6Ghz dengan memory DDR dan Bus 100Mhz maka komputer cukup menggunakan PC2100, tetapi dengan kecepatan Overclock dari 100Mhz menjadi 133Mhz maka komputer idealnya menggunakan memory berkecepatan PC2700/DDR333.

Pilihan dari kecepatan memory sebernarnya bukan masalah ketika mengoverclock Processor. Hanya untuk mengoptimalkan kinerja komputer, diperlukan sebuah kemampuan memory juga. Bila tujuan Overclock untuk memaksimalkan seluruh kinerja sebuah komputer maka kecepatannya memory menjadi adalah hal yang mutlak.

Sebagai contoh, menggunakan Processor berkecepatan 200Mhz dengan dual cannel memory untuk optimalnya memilki kinerja pada memory dengan DDR memory berkecepatan DDR PC3200. Apakah memory berkecepatan PC2700 tidak dapat digunakan. Jawabannya : tetap dapat digunakan. Beberapa mainboard saat ini sudah memasukan Option Multiplier atau pembagian bagi kecepatan memory dengan Processor. Dengan menurunkan kecepatan Multiplier memory maka komputer dapat menggunakan kecepatan memory lebih rendah.

READ MORE...

Bookmark and Share